Selasa, 16 Oktober 2012

SKENARIO KASUS FRAKTUR



BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
SKENARIO KASUS

Skenario
Tn. Pr (29 th) sekitar 2 tahun yang lalu pada sore hari mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Sadar saat kejadian,mengeluhkan nyeri di area fraktur, kaki kanan tidak digerakkan. Setelah kejadian dibawa ke RS A. Dilakukan rontgen dan dinyatakan fraktur terbuka femur dextra. Dilakukan operasi dengan internal fixation pada keesokan harinya jam 09.00 WIB dan rawat inap pasca operasi sekitar 10 hari. Kontrol ke rumah sakit tidak teratur. Dari luka post op keluar cairan nanah berbau. Sekitar 4 bulan pasca operasi pertama, nyeri dirasakan di bagian dalam tulang dengan intensitas semakin meningkat, terbentuk lubang di bagian tengah luka operasi dengan nanah keluar bertambah banyak. Dilakukan rontgen ulang didapatkan inplant failure. Operasi ke-2 dilakukan untuk repair internal fixation dan pemasangan internal fixation ke-2 menggunakan broad plate dan screw. Pasca operasi ke-2 kontrol dilakukan secara teratur pada permulaannya, namun selanjutnya pasien mengobati dengan membeli antibiotic dan menentukan dosisnya sendiri. Selama pengobatan mandiri tidak menunjukkan perbaikan. Pasien datang kembali ke RS A, kemudian dirujuk ke RS B untuk penanganan lanjut. Di RS B diagnose open fraktur intected non-union trochanteric femur dextra post ORIF. Direncanakan  akan dilakukan operasi Ilizarov, namun pasien menolak. Edukasi dilakukan untuk meyakinkan pada pasien tentang tindakan Ilizarov, namun tetap menolak. Pasien ingin agar dilakukan operasi biasa saja. 1 Maret 2010 dilakukan operasi dengan external fiksasi konvensional dilakukan. Terapi yang didapatkan : Tranfusi PRC, Ceftriaxone 2x1 gr, Gentamycine 2x80 mg, Ketorolac 3x1 amp, Ranitidine 3x1 amp

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar